Alat Deteksi Covid

Para ilmuwan Oxford sekarang sedang bekerja untuk mengembangkan perangkat terintegrasi sehingga tes dapat digunakan di klinik, bandara, atau bahkan untuk digunakan di rumah. Mereka berencana untuk menjalankan validasi klinis di Inggris dan menjajaki opsi untuk memproduksi alat tes. Metode pemeriksaan coronavirus ini ada beberapa macam, dilihat dari sensitifitasnya. Untuk virus ini yang paling sensitif adalah pemeriksaan dengan metode molekuler yaitu menggunakan Polymerase Chain Reaction . Dia berharap dengan inovasi tersebut, maka dapat membantu percepatan pemeriksaan COVID-19 dalam upaya bangsa menanggulangi pandemi itu.

Saat ini pemerintah menyebut tengah mempertimbangkan metode lain untuk pengujian COVID-19, yakni dengan tes saliva atau air liur. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan sejumlah lembaga tengah melakukan penelitian terhadap metode tes COVID-19 dengan saliva. Sebagai tes molekuler, akurasi metode RT LAMP ini disebutkan jauh lebih baik dibandingkan rapid antigen yang mendeteksi protein virus. Menristek Bambang menuturkan dalam pengembangan alat tes cepat Covid-19 tersebut, harus tetap memprioritaskan akurasinya.

“Ini dapat membantu pemerintah untuk penghematan dalam melaksanakan tes uji karena penggunaan peralatan perlindungan diri serta peralatan berkaitan dan jumlah petugas tenaga kesehatan dapat dikurangi,” katanya. Djohan juga menambahkan kehadiran tes inovatif ini bisa menjadi pilihan yang sangat baik karena memiliki performa akurasi tinggi, dengan sensitivitas 94% dan spesifisitas 98%. Masyarakat pun tidak perlu menunggu sampel cukup banyak baru diproses di laboratorium. Tes berbasis saliva ini pun sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan dan sudah bisa digunakan pada Jumat.

Akurasinya pun mencapai one hundred persen di sampel CT worth kurang dari 27 pada uji kesetaraan. Air liur diuji dengan teknologi RT LAMP sementara swab nasofaring diuji dengan RT PCR untuk kemudian dibandingkan hasilnya. Sementara untuk memperluas dan mempercepat tes deteksi SARS-CoV-2, diperlukan terobosan dalam penyederhanaan proses koleksi spesimen dan alur pengerjaan tes.

Sedangkan untuk peralatannya sudah tersedia di laboratorium dan rumah sakit. Hasil akan lebih akurat dengan tidak mengonsumsi apapun selama 30 menit sebelum penggunaan. Indonesia kembali memiliki inovasi tes diagnostikCOVID-19yaituRT LAMP Salivayang bekerja menggunakan sampelair liur. Dikutip dari Antara, Selasa (13/4), Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia perlu mencari cara untuk bisa meningkatkan testing bagi 270 juta penduduk indonesia yang tersebar di berbagai pulau. Para pejabat di Inggris mengatakan bahwa tes air liur ini diharapkan bisa membantu orang-orang yang bekerja di perkantoran dan sekolah sehingga kegiatan di tempat tersebut bisa terus berjalan selama gelombang kedua virus covid-19 ini. “RT LAMP Saliva ini bisa menjawab tantangan akan keterbatasan laboratorium kita, yang mungkin tidak semua daerah bisa mempunyai fasilitas ini.

Tim, yang dipimpin oleh Prof Zhanfeng Cui dan Prof Wei Huang, telah bekerja untuk meningkatkan kemampuan uji coba ketika virus menyebar secara internasional. Sementara menurut Presiden Komisaris KLBF, Irawati Setiady sebagai tes molekuler, akurasi metode RT LAMP ini juga dinyatakan jauh lebih baik dibandingkan speedy Judi Online tes antigen yang mendeteksi protein virus. Keinginan Pemerintah untuk memiliki alat tes covid canggih yang efektif dan efesien serta merupakan produk sendiri segera terwujud melalui PT Kalbe Farma Tbk .

Alat deteksi Covid dari air liur

Pengujian ini menggunakan peralatan yang divalidasi oleh otorisasi penggunaan darurat untuk sampel pernapasan, nasofaring, dan orofaring. Untuk melakukan uji saliva, sampel air liur dimodifikasi dan dapat disimpan pada suhu kamar, tetapi harus diproses dalam waktu forty eight jam setelah pengambilan. JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk meluncurkan tes Covid-19 dengan hasil tes setara RT-PCR. Jika RT-PCR mengambil sampel dari lubang hidung, tes yang dikembangkan oleh Kalbe Farma menggunakan sampel saliva atau air liur dan teknologi RT-LAMP untuk mendeteksi Covid-19.

Tidak terasa kita semua sudah satu tahun lebih hidup berdampingan dengan pandemi virus corona yang menyerang seluruh dunia. Berbagai macam dan jenis inovasi alat tes Covid-19 ini juga sudah mulai ditemukan, mulai dari speedy check, swab antigen, PCR swab, Genose hingga yang terbaru saat ini adalah dengan menggunakan air liur atau saliva. Perangkat RT Lamp Saliva merupakan alat tes diagnostik Covid-19 dengan sampel air liur yang menggunakan metode Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification . Metode ini dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus corona jenis SARS CoV-2 penyebab Covid-19.

”Tetap harus dilakukan konfirmasi dengan menggunakan PCR karena ini menjadi penting. PCR memiliki sensitifitas yang jauh lebih tinggi dibanding pemeriksaan rapid,” ujar dia. “Deteksi cepat mengurangi jumlah pasien yang tidak perlu ditindaklanjuti. Dalam konteks pandemi dengan ribuan pasien untuk dites dalam satu hari, ini sangat penting,” ujarnya, seperti dikutip The Guardian. Teknologi ini hanya membutuhkan blok panas sederhana yang mempertahankan suhu konstan untuk transkripsi balik RNA dan amplifikasi DNA, dan hasilnya dapat dibaca dengan mata telanjang.

Comments are Disabled