Alat Ugm Mampu Deteksi Gempa 3 Hari Sebelum Kejadian

Menristek Bambang Brodjonegoro turut memuji pengembangan alat tes COVID-19 ini dan mendukung uji klinis tahap lanjut. Pengambilan sampel tes berupa embusan napas juga dinilai lebih nyaman, ketimbang menggunakan metode usap atau swab. Masih dari Harian Kompas, berbeda dengan alat deteksi Covid-19 lainnya, GeNose menggunakan embusan napas untuk penentuan infeksi Covid-19 atau tidak. “Dengan one hundred unit batch pertama yang akan dilepas, kami berharap dapat melakukan one hundred KONG4D twenty tes per alat atau atau totalnya 12 ribu orang sehari. Angka one hundred twenty tes per alat itu dari estimasi bahwa setiap tes membutuhkan 3 menit termasuk pengambilan nafas sehingga satu jam dapat mentes 20 orang dan bila efektif alat bekerja selama 6 jam,” katanya.

Hasil tes juga sangat cepat, yakni sekitar 2 menit serta tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lainnya. Selain itu, pengambilan sampel tes berupa embusan napas juga dirasakan lebih nyaman dibandingkan usap atau swab. Nantinya, biaya tes dengan GeNose C19 terbilang cukup murah, yakni berkisar antara Rp15-25 ribu. Selain itu, hasil tes juga bisa diketahui dengan cepat yakni sekitar 2 menit. Selain itu, pengambilan sampel tes yang berupa embusan nafas juga dirasa lebih nyaman dibanding tes usap atau swab. Peneliti mengatakan, hasil menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi, yakni ninety seven persen.

Pengembangan riset dan inovasi di dalam negeri untuk mengatasi pandemi Covid-19 mulai membuahkan hasil. Dua hasil inovasi berupa alat deteksi cepat penyakit itu telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan. Hingga saat ini, metode ini masih menjalani uji klinis di Prefektur Nagasaki, yang baru-baru ini menerima laporan pertama yang dikonfirmasi mengenai infeksi COVID-19. Dilansir dari GizmoChina (21/3), perlengkapan tes ini berbentuk sebuah alat portabel yang kompak dan memiliki bobot 2,4kg. Tidak terbatas pada itu, kabarnya alat ini juga dapat mendeteksi melalui materials apapun yang kemungkinan memiliki jejak virus tersebut. Selanjutnya para peneliti akan menggunakan pewarna fluoresens untuk dapat melihat infeksi tersebut.

Di tengah pandemi corona, BPPT membentuk Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan COVID-19 (TFRIC-19). Sampai saat ini, uji profiling GeNose sudah dilakukan dengan memakai 600 sampel data valid di RS Bhayangkara dan RS Lapangan Khusus COVID-19 Bambanglipuro, Yogyakarta. “Risetl/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 siap memberikan dukungan upaya finalisasi GeNose dalam bentuk dukungan uji klinis tahap 2,” ucap Bambang. Luhut melanjutkan, harga yang dipatok untuk sekali tes dengan GeNose hanya Rp 20 ribu saja. Pola yang dihasilkan sensor tersebut dianalisis menggunakan sistem kecerdasan buatan, lalu bisa disimpulkan terinfeksi Covid-19 atau tidak. Kuwat menyebut, virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh seseorang akan menghasilkan risky natural compounds atau senyawa organik mudah menguap yang khas.

Alat ini bahkan sudah diuji coba di fasilitas umum, seperti stasiun kereta api. Dalam uji klinis itu, tim peneliti menggunakan GeNose untuk memeriksa 615 sampel napas dari eighty three pasien, yakni forty three pasien positif Covid-19 dan 40 pasien negatif Covid-19. Alat pendeteksi infeksi virus corona, GeNose, ini menjadi inovasi menarik dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19 yang hampir setahun melanda dunia. Sebab, konsep yang diterapkan GeNose tidak langsung mendeteksi virusnya, melainkan deteksi metabolit fuel saat seseorang terinfeksi virus corona. Lantaran sampel lendir diambil dari tenggorokan dan hidung, metode speedy test antigen bisa membuat tidak nyaman bagi sebagian orang.

Semoga artikel ini bisa membantu Mama untuk mengetahui cara mengecek kesehatan alat kelamin anak. Mikropenis bukanlah kondisi yang berbahaya, tapi kondisi mikropenis bisa disertai dengan penyakit lain Ma. Jadi, lebih baik periksakan ke dokter kalau anak mama mengalami kondisi mikropenis. Anak bisa mengalami mikropenis kalau orangtua memiliki keturunan penyakit kelainan hormon yang bisa memengaruhi pertumbuhan organ alat kelamin pada anak. Selain operasi, obat bisa diberikan oleh dokter jika terjadi infeksi di sekitar area alat kelamin.

ALODOKTER juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Setelah itu, hubungihotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. Setelah proses tersebut dilalui, baru sampel dimasukkan ke dalam mesin PCR.

Senyawa organik mudah menguap itu juga terdapat dalam embusan napas seseorang. Kuwat mengatakan pola embusan napas seorang yang terinfeksi Covid-19 akan berbeda dengan pola embusan napas orang sehat. Uji diagnostik GeNose akan dilakukan di 9 rumah sakit di sejumlah kota di Indonesia. Menurut Kuwat, setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan. Hasilnya, dalam waktu sekitar dua menit GeNose C19 bisa mendeteksi apakah orang yang diperiksa positif Covid-19 atau tidak. Jadi, masyarakat yang akan diperiksa, akan diminta mengembuskan napas ke tabung khusus.

MojowarnoNEWS – GeNose, alat pendeteksi virus corona penyebab Covid-19 yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gadjah Mada tengah menjadi perhatian publik. Ryan memaparkan bahwa data dalam i-nose c-19 terjamin andal karena disimpan pada alat maupun cloud. Penggunaan cloud computing pada i-nose c-19 dapat terintegrasi dengan publik, pasien, dokter, rumah sakit, maupun laboratorium. ”Dengan berbagai kelebihan yang ada, i-nose c-19 karya anak bangsa hadir untuk menjawab tantangan pandemi Covid-19 yang belum terkendali,” ujarnya. Selain cepat mendeteksi dan memiliki akurasi tinggi, penggunaan alat ini jauh lebih terjangkau dibandingkan tes usap PCR . Satu unit GeNose yang diperkirakan seharga Rp forty juta dapat digunakan untuk 100 ribu pemeriksaan.

Alat baru untuk deteksi covid

Ketiga tahapan tersebut dilakukan hanya sekitar 10 menit, terhitung dari pertama kali mengunduh aplikasi Airport Health Center hingga hasil tes keluar. Sebagai langkah antisipasi apabila penumpang pesawat tidak memiliki smartphone, pihak pengelola bandara akan menyediakan help desk untuk melakukan pelayanan. Meski begitu, Riyanarto menegaskan keberadaan alat itu bukan untuk menggantikan tes kesehatan antigen dan swab PCR. Melainkan, untuk tahapan awal pemeriksaan atau skrining terhadap pasien. Mantan menteri pendidikan ini mengatakan, akan terus mendukung pengembangan aplikasi I-Nose sebagai skrining kesehatan terhadap publik.

Comments are Disabled