Aturan Mudik Lebaran Diperketat, Pergi Ke Luar Kota Wajib Tes Covid

Ketika tes, calon penumpang diminta untuk mengambil napas melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut sebanyak tiga kali. dibarengi dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi baik itu oleh pengelola, ataupun penumpang. Berikut ini info yang wajib kamu simak sebelum bepergian menggunakan kereta. GeNose akan digunakan Satgas untukscreening, Satgas di daerah akan mengecek penumpang transportasi umum jarak jauh menggunakan tes tersebut.

Liputan6.com, Jakarta – Untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 yang berpotensi meningkat akibat mobilitas manusia atau perjalanan orang, diperlukan ketentuan yang mengatur perjalanan orang dalam negeri selama masa pandemi. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menerbitkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Layanan take a look at genose C19 ramai diminati calon penumpang kereta yang hendak ke luar kota dari Stasiun Pasar Senen Jakarta. Sejak resmi dibuka sudah lebih dari 3200 calon pengguna jasa yang menggunakan layanan genose take a look at di stasiun Pasar Senen. Selain itu, seluruh pelaku perjalanan baik menggunakan moda transportasi umum wajib mengisi formulir eHAC yang dapat diakses secara online.

Untuk darat pribadi diimbau menggunakan RT-PCR atau antigen 3 kali 24 jam sebelum keberangkatan. Untuk Pulau Jawa dan luar Jawa menggunakan kereta api untuk perjalanan antar kota ini menggunakan PCR atau antigen three kali 24 jam sebelum keberangkatan, atau GeNose sebagai opsi. Sedangkan laut dan udara, baik pribadi atau umum menggunakan tes PCR atau antigen 3 kali 24 jam sebelum keberangkatan. Hal yang sama juga diterapkan untuk perjalanan Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa untuk darat dengan angkutan umum tes acak antigen atau Genose apabila diperlukan tes Covid-19 di daerah. “Lalu dilakukan pembatasan perjalanan dengan moda transportasi darat pribadi. Ini dilakukan oleh manajemen lalu lintas oleh pusat dan daerah,” tutur dia. “Jika hasil tes negatif, maka penumpang dan awak bus diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Namun, jika hasilnya positif maka dengan sangat terpaksa mereka tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan,” tandasnya.

Tes genose untuk keluar kota

Salah satu aturan yang baru diberlakukan ialah persyaratan dokumen perjalanan untuk masyarakat yang hendak bepergian keluar daerah. Aturan-aturan itu tidak berlaku bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepeningan non-mudik. Selain itu tes GeNose juga bisa dilakukan di relaxation area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.

Sepanjang kurun waktu tersebut, mobilitas ke kelompok tempat tujuan seperti stasiun dan terminal cenderung menurun dengan penurunan bervariasi mulai dari -31 persen hingga -43 persen. Demikian juga mobilitas ke tempat kerja cenderung menurun bahkan mengalami penurunan tajam sepanjang Mei 2021. “Bahkan diposko perbatasan sudah disiapkan alat GeNose untuk melihat hasil positif atau negatif yakni terpapar covid-19 apa tidak, ” kata Wabup Nyai Eva. Penyekatan dan tes GeNose bagi warga yang keluar masuk Kabupaten Sumenep juga untuk mengantisipasi antre panjang di Bangkalan atau di Suramadu.

Sementara untuk penumpang angkutan umum lain, pengisian e-HAC bersifat sebagai imbauan. Untuk melayani penumpang kereta api, PT KAI masih mengoperasikan kereta jarak jauh dengan syarat penumpang memiliki hasil non-reaktif dari speedy take a look at antigen atau GeNose C-19 yang berlaku 1×24 jam. Syarat ini lebih ketat dari sebelumnya, yang memungkinkan masa berlaku lebih panjang, yakni 3×24 jam. Pelaku perjalanan menggunakan kendaraan pribadi maupun moda transportasi darat diimbau untuk melakukan pengisian e-HAC Indonesia. Dari adendum tersebut, masyarakat yang diizinkan untuk mudik pada masa libur Lebaran 2021 meliputi empat kelompok. Pertama, ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD, Polri, TNI, dan pegawai swasta yang melakukan perjalanan dinas yang diperlengkapi dengan surat resmi.

Sedangkan untuk pemeriksaan dengan fast tes anti gen total ada 60 penumpang. “Sebenarnya, dengan adanya alat GeNose C-19 ini, bukan menggantikan pemeriksaan calon penumpang KA yang sebelumnya menggunakan fast tes antigen. Untuk perjalanan keluar kota saat menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum harus ada dokumen yang menyatakan negatif COVID-19. VIVA– Satgas Penanganan COVID-19 mengeluarkan surat edaran untuk memperketat mobilitas para Pelaku Perjalanan Dalam Negeri dalam rangka menyikapi larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah/2021.

Penjagaan dan penyekatan yang dilakukan selama 24 jam tersebut melibatkan personel dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Brimob Polda Jatim, Satpol PP Surabaya, Linmas, dan Dinkes Surabaya. Karena itu, Eri memastikan bahwa para pengendara yang akan masuk ke Surabaya dan begitu pula sebaliknya pengendara yang akan meninggalkan Surabaya dan akan masuk ke Madura, harus menunjukkan tes COVID-19 dulu. Sebelumnya, perketatan juga resmi diperpanjang dan pengawasan arus masuk dan keluar masyarakat dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin kembali dilakukan menyusul instruksi dari Pemerintah Pusat. Setiap wisatawan yang tak bisa menunjukkan hasil skrining akan diusir dari lokasi. Sedangkan 18 orang di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu yang positif COVID-19 terdiri dari apoteker 1 orang, dokter 1, perawat eight, analis 2, radiografer 1, admin ruangan 1, front office 2, manajemen 1 dan satpam 1 orang. Diketahui penyekatan di Suramadu dilakukan lantaran kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, meningkat.

Selain sejumlah poin syarat naik kereta api di atas, Anda juga diwajibkan untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada. Pakailah masker, selalu jaga jarak fisik dengan sesama, serta rajinlah membersihkan tangan KONG4D dengan hand sanitizer maupun air mengalir dan sabun. yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Itulah aturan perjalanan jarak jauh terbaru yang berlaku mulai 22 April 2021 ini.

Comments are Disabled