China Kembangkan Kit Deteksi Covid

Rapid check dipilih karena memiliki beberapa keunggulan, salah satunya hasil pemeriksaan yang cepat dan dapat dilakukan di hampir semua layanan kesehatan. Meski demikian, Rapid check memiliki tingkat akurasi yang masih dipertanyakan untuk mendiagnosis COVID-19. Alat TCM telah digunakan sejak tahun 2015 sebagai uji diagnostik tuberkulosis atau TBC. Rendahnya akurasi hasil pengujian menggunakan metode fast take a look at juga dipengaruhi oleh tingkat kesehatan seseorang. Tak menutup kemungkinan, alat speedy test tidak hanya mendeteksi antibodi virus corona, tetapi antibodi dari virus lain. Rapid tes antigen bahkan diproyeksikan akan menggantikan rapid test antibodi.

Alasannya, sistem kerja GeNose tidak mendeteksi virus secara langsung. RADARBANGSA.COM – Pemerintah baru saja mengeluarkan surat izin edar untuk alat pendeteksi covid-19 yang bernama “GeNose”. Menariknya, alat ini merupakan buatan anak bangsa dari tim peneliti ahli dari Universitas Gadjah Mada . Sebelum mendapatkan izin edar, calon alat kesehatan harus lolos uji klinis.

Rapid test adalah suatu metode pemeriksaan cepat untuk melihat suatu infeksi di tubuh. Namun pada kasus COVID-19, Indonesia akan menggunakan metode pemeriksaan IgG dan IgM yang diambil dari sampel darah. Calon penumpang yang hendak melakukan pemeriksaan dengan menggunakan GeNose dilarang untuk merokok, makan serta minum selama 30 menit sebelum dilakukan pengambilan sampel hembusan nafas.

Indonesia mengeluarkan alat deteksi covid

Luhut melanjutkan, harga yang dipatok untuk sekali tes dengan GeNose hanya Rp 20 ribu saja. Ada pun tingkat akurasi yang dimiliki GeNose, persen, sensitivitas persen, dan spesifitas persen. Menteri Riset dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro mengatakan satu unit GeNose C19 mampu melakukan a hundred ribu kali tes untuk skrining Covid-19. Namun alat canggih ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk bisa melakukan tes Covid-19 dengan biaya yang murah. Kuwat Triyana mengatakan biaya tes deteksi Covid-19 menggunakan GeNose C19 cukup murah, yakni sekitar Rp ribu. Dari pengujian itu, diketahui tingkat akurasi GeNose mencapai ninety seven persen.

Tes saliva dilakukan dengan meludah ke dalam satu tube yang sudah disterilkan sebelumnya. Hal ini jelas tidak menimbulkan rasa sakit pada tenggorokan atau hidung, tidak berisiko muntah, dan mengurangi risiko hipersensitif. Kini Anda bisa melakukan tes COVID-19 tanpa rasa sakit dengan menggunakan air liur atau saliva.

Erlina mengatakan Korea Selatan di sisi lain telah menggunakan fast test antigen untuk melakukan pendeteksian dini dan dilanjutkan dengan tracing kasus. Meski tak menyebut nama alatnya, kalangan dokter paham, yang dimaksudkannya adalah mesin X-pert X-press buatan industri alat kesehatan Cepheid Co dari Sunnyvale, California, Amerika Serikat. Piranti itu telah mendapatkan izin Emegency Use Auhority dari FDA, otoritas pengaturan obat dan makanan tertinggi di Amerika Serikat, akhir Maret lalu. Harga speedy antigen ditetapkan oleh pemerintah Rp250 ribu untuk pulau jawa dan Rp275 ribu di luar pulau Jawa. Saat seseorang dinyatakan positif, maka juga akan dirujuk menjalani tes PCR. Sedangkan akurasi swab PCR memiliki sensitivitas berkisar persen dan spesifisitas ninety nine persen.

Orang yang dinyatakan positif dalam skrining BreFence tersebut harus menjalani tes swab PCR COVID-19. “Tes Nucleic Acid Amplification COVID-19 menjawab kebutuhan tes deteksi virus corona yang nyaman, cepat, dan tentunya akurat. Hasil pengembangan R&D Kalbe, yaitu SCI, akan diproduksi di dalam negeri oleh PT KalGen Slot Online Indonesia DNA,” kata Akterono. Seperti masker dan alat pelindung diri, reagen untuk mendeteksi virus jadi langka saat pandemi. Situasi darurat ini menjadi alasan pemerintah Indonesia membeli reagen apa saja yang tersedia. Pengujian akurasi Sansure sesungguhnya sudah dimulai pada awal Maret 2020 oleh beberapa universitas.

Beberapa jam setelah Prancis, Australia juga melaporkan bahwa empat orang warganya telah terinfeksi virus corona baru tersebut. Lipsitch mengatakan sistem kesehatan di Indonesia dan Thailand mungkin tidak dapat mendeteksi virus corona asal Wuhan. “Jika setiap orang bisa melakukan tes mandiri, kita bisa meminimalisir risiko infeksi ketika pasien datang ke rumah sakit untuk melakukan tes. Serta mengurangi beban tenaga medis yang sudah sangat kewalahan,” sambung dia. Rapid test adalah salah satu tes yang digunakan untuk mendeteksi virus Corona dengan mendeteksi antibodi, yakni lgM dan lgG. Jadi, antibodi ini akan terbentuk saat seseorang terkena virus Corona.

Koordinasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengadaan tes juga patut menjadi sorotan. Berdasarkan penelusuran di media daring, berita mengenai koordinasi antara pemerintah dan pihak swasta paling banyak terjadi pada 30–31 Maret 2020. Pengujian GeNose lanjut Kuwat sudah dilakukan berkali-kali dengan ribuan orang yang berbeda. Setelah pengujian itu, otak mesin tersebut telah dikunci untuk mendeteksi senyawa yang berbahaya khususnya Covid-19. Biaya murah tersebut dipengaruhi oleh harga per unit GeNose yang juga tidak terlalu mahal.

Comments are Disabled