Deteksi Covid

Ahmad menyarankan agar penggunaan alat ini jangan langsung ditujukan untuk simpul-simpul transportasi, seperti stasiun atau bandara. Ia mengusulkan agar GeNose dipergunakan secara terbatas terlebih dulu, misalnya di rumah sakit akademik. Data yang diperoleh dari embusan napas, diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil. Porter merupakan orang yang bekerja membantu penumpang, membawakan barang di stasiun kereta api.

orang terinfeksi COVID-19 memang bisa dibedakan dengan knowledge orang yang tidak terinfeksi corona. Meski demikian, tentu temuan tim ahli lintas bidang ilmu di UGM ini perlu diapresiasi. Kita patut menantikan apakah GeNose ini bisa diproduksi secara massal dan membantu deteksi dan pelacakan virus corona lebih cepat dan akurat. Hasil pemeriksaan yang menunjukkan negatif berlaku 3×24 jam sejak hasil pemeriksaan dicetak.

Deteksi covid Genose

GeNose mulanya dikembangkan oleh 2 orang berlatar belakang matematika dan ilmu pengetahuan alam, serta seorang dokter. Diberitakan Kompas.com, 30 Desember 2020, alat ini awalnya dirancang untuk mengkualifikasi kualitas kopi dan teh.

Dinamakan Gadjah Mada Nose C19 atau disingkat menjadi GeNose C19, merupakan alat inovasi Universitas Gadjah Mada yang terbaru dalam screening Covid-19. Dian mengatakan, VOC terbentuk lantaran ada infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas. Transparansi mengenai knowledge dan rekam jejak peneliti perlu diketahui publik. Hal ini guna memberi akses pada publik untuk memberi koreksi, masukan, atau pengawasan terkait GeNose. Untuk menggunakan GeNose, seseorang akan diminta untuk mengembuskan napas ke tabung khusus. Alat yang dilengkapi dengan 10 sensor utama ini, mampu mengukur perbedaan kadar VoC itu secara lebih sensitif.

Dengan demikian, untuk bisa diperiksa dengan alat ini, tidak diperlukan biaya sebanyak metode tes Covid-19 lain seperti speedy tes antibodi, swab antigen, ataupun swab PCR. Cara pakainya pengguna harus menghirupnya untuk menunjukkan kemungkinan infeksi virus corona. Hasilnya diketahui dalam satu menit dan sudah diujicobakan di salah satu fasilitas di Amesterdam. Alat pendeteksi virus corona bernama GeNose, yang dibuat oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada , resmi mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Dia mentargetkan setidaknya pada bulan Desember 2020 alat ini dapat digunakan untuk skrining. Kuwat menambahkan biaya tes COVID-19 dengan GeNose itu sekitar Rp15-25 ribu. Pernyataan itu senada dengan ucapan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahwa tes GeNose itu berbiaya Rp20 ribu, dan bahkan bisa menjadi Rp15 ribu dalam skala yang besar. Ketua Tim Pengembang GeNose dari UGM Kuwat Triyana, dilansir dari Antara, mengatakan setiap tes membutuhkan waktu tiga menit, termasuk pengambilan napas. Ketua Tim Pengembang GeNose Kuwat Triyana mengaku, GeNose telah mendapat izin edar darurat dari Kemenkes. Luhut mengimbau GeNose untuk digunakan di banyak space Slot Online Indonesia publik karena sudah mendapatkan emergency use of authorization dan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

“Risetl/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 siap memberikan dukungan upaya finalisasi GeNose dalam bentuk dukungan uji klinis tahap 2,” ucapnya. “Untuk saat ini kemampuan produksi optimum sekitar 50 ribu unit per bulannya,” ungkapnya. Orang-orang yang akan diperiksa menggunakan GeNose, terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus. Produksibatchpertama sebanyak a hundred unit, merupakan hasil pendaanaan dari Badan Intelijen Negara dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek/BRIN).

Ketiga, karya ini bentuk ikhtiar kita untuk bisa menghasilkan sebuah alat deteksi Covid-19. Semua ikhtiar tidak dilarang oleh agama karena kita disuruh untuk selalu tetap ikhtiar,” katanya. Marc Van Ranst mengatakan periode tes yang panjang yang membandingkan tes nafas dengan tes PCR akan diperlukan untuk melihat apakah tes tersebut juga dapat membuat perbedaan pada berbagai jenis virus. Alat ini juga dilengkapi dengan sistem cloud computing yang memungkinkan untuk deteksi virus Corona jenis baru secara actual time.

Di Indonesia, GeNose telah mengantongi izin edar dan izin pakai dari Kemenkes RI. Sementara itu Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Siswanto, mengatakan hingga saat Palangka Raya belum menggunakan layanan GeNose. Untuk pemeriksaan kesehatan calon penumpang masih digunakan speedy check antibodi dan speedy take a look at antigen. Peneliti mengatakan, hasil menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi, yakni 97 persen. GeNose akan melalui uji klinis yang dilakukan bertahap dan tersebar di sejumlah rumah sakit.

Alat ini diklaim bisa mendeteksi apakah seseorang terinfeksi COVID-19 melalui embusan napas. Pelaku perjalanan harus dalam kondisi sehat, telah memiliki tiket, dilarang merokok, serta berpuasa minimal 30 menit sebelum pemeriksaan sampel napas. Calon penumpang harus mengantre dan mendaftar sebelum diberi kantong sampel GeNose C19. Tak hanya melihat, Ganjar juga langsung menjajal produk alat pendeteksi Covid-19 dengan tingkat akurasi 97 persen itu. “Kedepannya kita akan gunakan ini di semua area publik seperti di Hotel, Mall, di lingkungan masyarakat RT/RW.

Comments are Disabled