Deteksi Covid

Mulai awal Februari 2021, GeNose C19 ini resmi akan digunakan di stasiun kereta api sebagai alat deteksi Covid-19. Menanggapi inovasi alat deteksi Covid-19, GeNose yang dikembangkan UGM ini, ahli biologi molekuler Eijkman Profesor Amin Soebandrio mengatakan bahwa alat tersebut tidak bisa menggantikan alat tes berbasis polymerase chain response. Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada siap meluncurkan alat pendeteksi virus corona yang dinamakan GeNose. Semarang, Idola ninety two,6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyebutkan, pemakaian Genose sebagai deteksi atau tes COVID-19 di tempat-tempat pelayanan publik, sebagai pelengkap dari tes pemeriksaan awal gejala terpapar virus Korona.

Tes swab melalui hidung dan tenggorokan kerap kali menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien. Ketidaknyamanan ini menjadi persoalan yang semakin besar ketika seseorang perlu menjalani tes berulang kali. Oleh karena itu tes-tes baru seperti tes melalui pernapasan (breath-based tests) dan air liur tengah dikembangkan. Tes GeNose yang dikembangkan oleh Unversitas Gadjah Mada merupakan salah satu bentuk tes inovasi baru melalui pernapasan ini. Pengambilan sampel dalam tes ini dapat dilakukan melalui swab melalui hidung maupun tenggorokan.

GeNose C19 mampu mengidentifikasi virus Corona dengan cara mendeteksi senyawa organik yang mudah menguap atau unstable organic compound . VOC diketahui dapat terbentuk karena adanya infeksi virus Corona dan keluar bersama embusan napas. Sebab, ujar Kuwat, sensor dari pendeteksi hembusan napas alat ini sangat sensitif, sehingga pasien yang menggunakannya pun harus memenuhi kondisi-kondisi tertentu lebih dulu untuk mendapatkan hasil tes optimum.

Hasil dari tes ini dapat diketahui secara cepat, sekitar 10 hingga 30 menit setelah sampel diambil. Angka Ct 36 dapat berarti negatif pada suatu jenis RT-PCR, tetapi dapat pula diartikan positif pada jenis RT-PCR lain. Kesimpulan arti angka Ct mesti didasarkan pada ketentuan dari jenis uji RT-PCR yang pakai. Bahkan, pada beberapa tes PCR, tidak ada angka Ct karena sistemnya memang tidak memungkinkan operator tes untuk memeriksa reaksi enzim secara langsung (real-time) dalam proses pengujian.

GeNose C19 adalah alat elektronik ciptaan Tim Riset Universitas Gajah Mada yang disinyalir dapat mendeteksi virus korona lewat media hembusan nafas. Selain itu, GeNose C19 telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Kesehatan sejak 24 Desember dan telah diproduksi massal dengan didanai oleh BIN dan Kemenristek. Saat ini penggunaan GeNoe sebagai syarat perjalanan sudah dilakukan untuk angkutan kereta api jarak jauh, serta untuk angkutan bus dan penyeberangan yang dilakukan secara acak atau random/tidak wajib. Sebelumnya, tes GeNose sudah digunakan untuk syarat perjalanan kereta api dan luas kawasan.

Kelemahan genose sebagai deteksi covid

Temukan kekurangan dan kelebihan ragam jenis tes COVID-19 di Indonesia berikut ini. Semoga dengan inovasi terbaru ini, program pendataan yang dilakukan pemerintah bisa Tembak Ikan Terpercaya lebih cepat dilaksanakan, dan membawa dampak baik bagi masyarakat luas. Ketika hasil tes menyatakan negatif, maka bisa diindikasikan seorang tidak mengidap Covid-19.

Namun jika dibandingkan tes PCR swab, hasil tes swab antigen kurang akurat. Budi Karya mengatakan, pemeriksaan GeNose C19 ini akan menambah opsi bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan selain tes rapid antigen dan PCR, yang menjadi syarat perjalanan transportasi Kereta Api Jarak Jauh. Tadinya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengumumkan pemerintah hendak memakai GeNose buatan UGM di beberapa stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021. Tetapi belum diketahui apakah uji memakai GeNose nantinya hendak mengambil alih speedy take a look at antigen yang saat ini masih jadi standar ekspedisi kereta api. Mulai 5 Februari 2021 mendatang, moda transportasi kereta api dan bus akan menggunakan GeNose untuk melakukan screening Covid-19 terhadap penumpang. Ketua Tim Pengembang GeNose, Prof Kuwat Triyana menjelaskan, alat ini secara resmi sudah dapat izin edar Kemenkes untuk mulai dapat pengakuan regulator dalam membantu penanganan Covid-19 dalam screening cepat.

Sensor yang menggunakan pendekatan terintegrasi dengan perangkat berbasis kecerdasan buatan itu akan mendeteksi partikel atau unstable natural compound yang dikeluarkan spesifik pengidap Covid-19. GeNose merupakan hasil penelitian UGM yang didanai Badan Intelijen Negara dan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN). Alat yang nama panjangnya Gadjah Mada Electronic Nose itu disebut-sebut memiliki sensitivitas ninety two persen dan spesifitas 95 persen.

Comments are Disabled