Dpr Pertanyakan Akurasi Genose Untuk Deteksi Covid

Penumpang kereta api terlihat berjejer antre untuk meniup kantong plastik yang telah disiapkan. Data yang diperoleh dari embusan napas, diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga muncul hasil. SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah saat ini terus memperbanyak jumlah tes covid-19, agar upaya mendeteksi semakin cepat. Salah satunya dengan menghadirkan alat pendeteksi Covid-19 yang dinamakan GeNose. Di SE no. 7 tahun 2021, efektif pada 9 Februari 2021, GeNose hanya dimasukkan sebagai syarat untuk bepergian di darat dan kereta api antar kota. Penumpang harus membawa hasil tes GeNose maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Deteksi covid Genose

Alat deteksi Covid-19 buatan dalam negeri GeNose mulai digunakan di Bandara Ngurah Rai Bali. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung layanan pengecekan Genose di Bandara Ngurah Rai, Bali pada Sabtu, 10 April 2021. Pada saat pelaksanaan calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh dan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan. Penambahan penyediaan layanan ini juga merupakan perwujudan dari dukungan KAI bangga buatan Indonesia.

Pakar penyakit menular dari layanan kesehatan Amesterdam Mariken van der Lubben mengatakan setelah berbulan-bulan uji coba, otoritas kesehatan Belanda menemukan SpiroNose dapat diandalkan untuk deteksi hasil tes negatif. GeNose merupakan salah satu opsi syarat tes yang dilakukan bagi penumpang moda transportasi mulai dari kereta api hingga pesawat terbang. Tak hanya tes, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan demi mencegah penularan Covid-19. Dari hasil uji coba tersebut, tes GeNose C19 dinilai bisa menjadi alternatif untuk mendeteksi infeksi virus Corona. Meski begitu, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan tingkat akurasi dan efektivitas GeNose dalam mendeteksi virus Corona secara spesifik. Penggunaan GeNose untuk mendeteksi penyakit Covid-19 melalui embusan napas telah dijadikan salah satu alternatif skrining kesehatan pada berbagai moda transportasi umum selama pandemi COVID-19.

GeNose merupakan alat pendeteksi Covid-19 melalui embusan napas yang di simpan dalam kantung udara yang dihubungkan ke alat GeNose yang menggunakan teknologi canggih, yaitu Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan . Saat Slot Online Terbaik ini, tes Covid-19 menggunakan GeNose telah diberlakukan di beberapa stasiun dan bandara. Jadi, penumpang yang akan berangkat dapat melaksanakan pemeriksaan ini terlebih dahulu sebagai alternatif dari pemeriksaan swab antigen.

Hal ini dimaksudkan agar seluruh perjalanan kereta api bebas dari penyebaran virus Covid-19. Syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun adalah calon penumpang harus memiliki tiket atau kode bookingKA jarak jauh yang sudah lunas. Penambahan stasiun yang melayani pemeriksaan GeNose C19 ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan yang KAI berikan bagi pelanggan dalam rangka pemenuhan persyaratan perjalanan kereta api. Diciptakannya GeNose sebagai pendeteksi COVID-19 ini tentu menjadi harapan baru di tengah pandemi. Dengan alat yang lebih akurat, efisien, dan hasil yang keluar lebih cepat, tim medis dan masyarakat tentu semakin dimudahkan. Seperti dikutip dari situs resmi UGM, GeNose adalah alat yang dirancang untuk mendeteksi serta mendiagnosis apakah seseorang terinfeksi coronavirus atau tidak.

Ulun menambahkan, saat ini sudah ada 70 pesantren di Indonesia yang memanfaatkan alat ini karena manfaatnya yang sangat banyak. Untuk kedepan PBNU berencana akan menempatkan alat ini disetiap pesantren agar warga pesantren punya akses yang baik terhadap alat ini. “Jumlah bilik dan kapasitas pelayanan tes GeNose C-19 di Bandara Kualanamu dapat melayani a thousand orang per hari,” ujarnya. Pemakaian antibiotik diharapkan dapat membantu mengatasi penyakit yang ada di dalam tubuh.

Selama 30 menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum, kecuali air putih. Sensor-sensor GeNose akan menangkap keberadaan virus penyebab COVID-19 yang terbawa oleh napas dan menganalisisnya dengan teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Pada layanan pemeriksaan GeNose C19, calon penumpang diminta untuk mengambil napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut sebanyak tiga kali. Setelah mengantongi izin edar dari pemerintah, pihaknya langsung mengebut memproduksi GeNose C19. Yusuf mengklaim tingkat akurasi alat ini mencapai 85 persen, sehingga memenuhi standar organisasi kesehatan dunia, WHO yang menetapkan minimal eighty persen. GeNose C19 yang dikembangkan dalam beberapa bulan terakhir, resmi memperoleh izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 24 Desember 2020.

Comments are Disabled