Genose C19, Alternatif Baru Pengujian Covid

i-Nose C-19 merupakan alat screening Covid-19 pertama di dunia yang mendeteksi melalui bau keringat ketiak. Alat ini bekerja dengan cara mengambil sampel dari bau keringat ketiak seseorang dan memprosesnya menggunakan synthetic intelligence atau kecerdasan buatan. Untuk kekurangannya, hasil tes PCR swab yang salah bisa saja terjadi dengan risiko kesalahan sebesar 30 persen. Maka jangan heran jika beberapa kondisi pemeriksaan perlu dilakukan PCR swab berulang.

Seminggu setelah pengujian pertama, kamu harus menjalani speedy take a look at kembali untuk membuktikan tidak ada paparan virus corona dalam tubuh. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengumumkan pemerintah akan menggunakan GeNose buatan UGM di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021. Namun belum diketahui apakah tes menggunakan GeNose nantinya akan menggantikan speedy test antigen yang saat ini masih menjadi standar perjalanan kereta api. KOMPAS.com – GeNose, alat pendeteksi virus corona buatan para ahli dari Universitas Gadjah Mada baru-baru ini resmi mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Kekurangan dari tes swab antigen adalah tidak banyak bahan kimia yang terlibat dan kurang sensitif. Hasil tes bisa saja salah ketika saat tes yang terambil ataupun terdeteksi adalah protein yang terlihat mirip dengan COVID-19.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat. Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. Lalu, benarkah klaim GeNose C19 bisa mendeteksi covid-19 dalam 10 detik dan tingkat akurasinya mencapai ninety nine,9 persen? “Saya sangat setuju dan senang, Pemerintah selalu mencari jalan terbaik dalam upaya penanggulangan penularan Covid-19 di masa pandemi ini dengan tetap berikhtiar agar warga dan masyarakat dapat tetap beraktifitas produktif,” jelasnya. Berdasarkan catatan PT KAI, jumlah orang yang terlayani dengan “Genose” atas paparan Virus Corona sudah mencapai 1.674 orang.

Apabila suatu kelompok didapati tes positif, barulah tes orang per orang diadakan. Tes ini memang dikembangkan di tempat-tempat dengan sumber daya yang minim. Akan tetapi, model ini hanya berjalan baik dalam situasi prevalensi kasus yang rendah. Berdasarkan keterangan Bloomberg School of Public Health, Universitas Johns Hopkins, tes ini tidak KONG4D direkomendasikan untuk menguji apakah seseorang terinfeksi Covid-19 pada orang-orang yang tidak menunjukkan gejala Covid-19. Akan tetapi, situasi khas tiap negara membedakan kebijakan penentuan jenis tes yang digunakan dalam situasi darurat pandemi Covid-19. Jenis tes ini hanya bertujuan untuk memeriksa keberadaan virus Covid-19 di dalam tubuh.

Kelemahan genose sebagai deteksi covid

GeNose sendiri memiliki fungsi utama untuk membantu deteksi dini kondisi seseorang dan meningkatkan pendataan secara cepat terkait penyebaran Covid-19. Dengan durasi pengetesan yang hanya dua menit saja, maka jumlah orang yang dites bisa ditingkatkan. Setelah mengantongi izin edar yang tertanggal 24 Desember 2020 lalu, GeNose kemudian mulai digadang-gadang sebagai alat pendeteksi Covid-19 untuk masyarakat Indonesia. Alhamdulillah Kabar Gembira untuk wilayan Bumiayu dan sekitar, telah dibuka Layanan Tes GeNose C19 di RSU Muhammadiyah Siti Aminah.

Fakta-fakta GeNose yang ada di artikel ini semoga bisa menambah pengetahuan dari Anda yang membacanya. JAKARTA, AYOCIREBON.COM –Para peneliti Indonesia turut menyumbangkan pemikirannya dengan membuat alat pendeteksi Covid-19 bernama GeNose C19. Kelebihan lain Layanan Tes GeNose c19 yakni lebih cepat hasilnya, nyaman dalam pengambilan sample dan lebih murah. Untuk syarat dan ketentuan pasien diharuskan berpuasa minimal 30 Menit sebelum pengambilan pattern Tes GeNose c19. “Saya menyetujui seluruh simpul transportasi menggunakan GeNose sebagai salah satu alternatif alat pengecekan terhadap COVID-19, tetapi kualitas dari GeNose ini harus terus ditingkatkan,” tutur Luhut. Rontgen dapat memberikan gambaran visual dan Genose dapat memberikan dari gambaran bau embusan napas.

Dalam tes semacam itu, kesimpulan akhir positif atau negatif diberikan oleh perangkat lunak secara langsung. Bersamaan dengan gejala yang mulai muncul, produksi virus dalam tubuh semakin meningkat hingga satu minggu berikutnya. Hal ini kemudian diasosiasikan dengan potensi penularan virus yang lebih besar dari pasien.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga dapat cellular mendekati suspect Covid-19 dengan alat ini. “Sejauh ini menurut saya Kemenkes belum mengeluarkan rilis, mengeluarkan izin edar itu yang suka digunakan sebagai pembenaran bahwa itu bisa dilakuan secara massal, padahal sebenarnya tidak untuk itu,” dia menandaskan. GeNose sendiri dikelola oleh PT Swayasa Prakarsa, dan harga eceran GeNose Tertinggi yaitu sebesar Rp62 juta per unit . Bau-bau tersebut, ia katakan mungkin saja mempengaruhi hasil sehingga GeNose tak dapat mendeteksi Covid-19 dengan benar. “Jadi untuk apa kita glorifikasi yang ternyata malah kontra dengan Covid-19. Sudah ada antigen, tes PCR. Di negara lain juga sudah ada eksperimen GeNose, cuma diputuskan tidak dipakai,” kata Pandu. Ia mengatakan, alat tersebut masih perlu dikaji mendalam untuk bisa dijadikan skrining awal.

Alat tersebut mampu melakukan sekitar one hundred twenty kali pemeriksaan per hari, dengan estimasi per pemeriksaan three menit selama 6 jam. Oleh karena itu, pola yang terbentuk dari embusan napas seorang yang terinfeksi Covid-19 akan berbeda dengan pola embusan napas orang sehat. Kuwat memaparkan, GeNose dilengkapi beberapa sensor yang bisa membentuk pola tertentu saat mendeteksi senyawa organik mudah menguap dari embusan napas. Kuwat mengatakan pola embusan napas seorang yang terinfeksi Covid-19 akan berbeda dengan pola embusan napas orang sehat.

Hati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar tidak melalui kanal-kanal resmi, seperti postingan di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting. Alat ini memungkinkan pengetesan dalam waktu singkat, dan biaya lebih murah. Jika skrining bisa dilakukan dalam skala besar, Bambang yakin dampaknya akan sangat positif bagi sektor ekonomi. “Jika seseorangg ingin menggunakan tes GeNose, maka syarat awalnya, idak boleh merokok, makan dan minum yang menyengat.

Comments are Disabled