Genose Siap Digunakan Di 2 Stasiun Ka Mulai 5 Februari

Kami akan mendorong penggunaan alat ini di simpul-simpul transportasi umum,” jelas Menhub Budi. Alat skrining GeNose C19 tidak bisa digunakan di sembarang tempat – hal ini terkait udara yang ada di sekitar. Sebab, lingkungan yang kurang baik akan memengaruhi mesin, serta hasil dari tes tersebut. Kami akan mendorong penggunaan alat ini di simpul-simpul transportasi umum,” jelas Menhub Budi, Minggu 24 Januari 2021. Metode tes kelompok juga dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan sarana tes, waktu, dan tenaga medis. Tes ini diadakan dengan metode PCR secara massal, yakni dengan menguji sampel dari banyak orang dalam suatu kelompok secara bersamaan .

Menteri Riset dan Teknologi, Bambang P. S. Brodjonegoro, menambahkan alat ini menggunakan teknologi kecerdasan artifisial dan pemeriksaannya akan akurat. Bambang juga mengatakan alat ini merupakan screening, bukanlah pengganti PCR check. “ Kelebihan pemeriksaan GeNose C19 selain murah, tidak sakit untuk digunakan.

“Rencananya uji coba ini berlaku lima hari ke depan. Untuk sementara kita dibekali dulu 500 kantong yang saya perkirakan cuma cukup sampai besok. Sebab hari ini saja tersisa 150 kantong lagi,” katanya. Hanya, Riris menegaskan, Genose hanya berfungsi sebagai screeningbukan diagnosis. “Rontgen bisa digunakan screeningtapi bisa digunakan untuk prognosis bagi pakar tulang misalnya. Tapi Genose hanya bisa sebagai screeninguntuk memastikan apakah positif Daftar Slot Online Terpercaya 2021 Covid-19 harus dilakukan pemeriksaan selanjutnya,” kata Riris. Beredar unggahan di media sosial yang mengatakan bahwa COVID-19 bukan disebabkan virus, melainkan karena kekurangan vitamin C, vitamin B serta zinc. Tim UGM berharap, deteksi lebih cepat dan mudah akan memaksimalkan upaya pencegahan penularan. Senada dengan Masdalina, Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Hermawan Saputra mengatakan, pemakaian GeNose sebagai skrining dini Covid- 19 buat pelaku perjalanan tidak pas sebab tidak efektif dalam penggunaannya.

Kelemahan genose sebagai deteksi covid

Riris menuturkan, semua alat tersebut termasuk Genose, memiliki kekurangan dan kelebihan. “Posisinya masih screeningjadi dia secara cepat menemukan terduga positif dan nanti masih harus melakukan PCR take a look at (untuk memastikan positif Covid-19),” kata Dian dalam diskusi digital melalui Instagram Live Kemenhub, Senin (1/1). REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gadjah Mada Electric Nose Covid-19 atau Genose C19 akan diterapkan di Stasiun Pasar Senen dan Tugu Yogyakarta mulai 5 Februari 2021. Peneliti Genose dr Dian K Nurputra menegaskan, alat Genose hanya untuk screening.

Melansir dari WHO, hal ini perlu dilakukan untuk melacak apakah terdapat virus dalam tubuh seseorang, yang berpotensi untuk menular kepada orang-orang yang berada di sekitarnya. Sehingga, narasi yang menyebutkan bahwa uji PCR atau antigen harus dihindari tidak benar. Tes antibodi mencari keberadaan antibodi yang terbentuk sebagai respons sistem imun tubuh terhadap masuknya patogen, bukan virus itu sendiri. Antibodi tersebut hanya terbentuk ketika tubuh telah terjangkiti suatu penyakit, dalam hal ini Covid-19. Tes ini dikenal publik sebagai tes speedy antibodi dan pengujiannya dilakukan melalui sampel darah, baik dari tetes darah jari tangan maupun suntikan. Dengan adanya inovasi ini diharapkan bisa menjadi terobosan baru di tengah pandemi Covid-19 yang masih mengganas.

Comments are Disabled