Indonesia Go.id

Menteri Riset Teknologi , Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini pemerintah pusat sedang mempersiapkan alat deteksi Covid-19 melalui air liur atau saliva. Selain itu, metode ini memiliki risiko penularan terhadap tenaga kesehatan saat pengambilan sampel. Dalam rilis persnya, perusahaan farmasi asal Indonesia ini menyebut bahwa sensitivitas alat tersebut untuk mendeteksi virus corona mencapai 94% dan memiliki spesifitas 98%. SCI adalah unit riset di bawah PT Kalbe Farma yang melakukan pengembangan RT Lamp Saliva. Menurut Akterono, jika dibandingkan tes diagnostik gold normal PCR (reverse-transcriptase polymerase chain reaction/RT-PCR), alat tes RT Lamp Saliva memiliki performa akurasi dengan sensitivitas 94% dan spesifisitas 98%.

Yang terbaru, PT Kalbe Farma Tbk meluncurkan tes diagnostik COVID-19 hasil karya anak bangsa, Jumat (19/3). Sejatinya sejumlah negara telah menggunakan tes saliva sebagai pengujian Covid-19. Dikutip dari Reuters, Singapura telah menyetujui menggunakan alat tes Covid-19 dari Advanced MedTech Holdings untuk Slot Online Terbaik digunakan dalam menguji air liur dari dalam tenggorokan. Sebagai informasi tes diagnostik COVID-19 dengan sampel saliva ini merupakan terobosan inovatif hasil produk dalam negeri dan dikembangkan oleh tim riset dan pengembangan Kalbe yaitu SCI melalui serangkaian proses pengujian sesuai dengan ketentuan.

Seperti diketahui, pengambilan cairan dalam tes swab membuat rasa sakit akibat alat berukuran panjang yang harus masuk hingga nasofaring. “Cara kerja fast take a look at 2.0 ini, sampel swab dicampurkan ke larutan khusus, kemudian diteteskan ke alatnya. Selain swab nasofaring, kami juga sedang mengembangkan sampling dari air liur,” katanya.

Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Tes untuk mendeteksi infeksi Covid-19 pada seseorang kini tersedia beragam jenis. Banyaknya tes virus ini karena Covid-19 tergolong virus baru, maka masih banyak yang perlu diteliti untuk menekan pertumbuhannya.

Ini adalah proses yang jauh lebih tidak sakit seperti pada swab/usap hidung yang saat ini digunakan untuk menguji virus yang menyebabkan Covid-19, tetapi sejauh ini memberikan hasil yang sangat sensitif dan serupa. Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani mengatakan, jika telah divalidasi, speedy check 2.0 dan SPR dapat digunakan untuk diagnosa ataupun penapisan, karena akurasi setara PCR. Kolaborasi sekitar 400 peneliti Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya berupaya merumuskan anjuran yang bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19. Salah satu temuan yang dihasilkan adalah analisa limbah air sebagai cara mendeteksi secara dini berjangkitnya virus korona di sebuah komunitas.

Alat deteksi Covid dari air liur

“Kami juga membandingkan tes ini dengan hasil dari RT-PCR sebagai standar baku.” Tes Covid-19 air liur ini merupakan karya anak bangsa yang dikembangkan oleh tim riset dan pengembangan Kalbe yaitu SCI yang dilakukan melalui serangkaian proses pengujian sesuai dengan ketentuan. Di samping itu terjadi penyederhanaan proses pengerjaan tes yakni deteksi virus berbasis molekuler dengan menggunakan teknologi reverse transcription loop-mediated isothermal amplification .

Comments are Disabled