Mengenal Genose, Alat Untuk Mendeteksi Virus Corona

Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat. Alat pendeteksi Covid-19 buatan para ahli Universitas Gadjah Mada bernama GeNose C19 sudah mendapatkan izin edar serta siap dipasarkan. Kemudian serahkan kantong kepada petugas untuk dianalisis menggunakan alat GeNose C19.

Kemudian beberapa rumah sakit di luar DIY meliputi RST Dr Soedjono , RSUD Syaiful Anwar , dan RS Bhayangkara . Kuwat Triyana mengatakan biaya tes deteksi Covid-19 menggunakan GeNose C19 cukup murah, yakni sekitar Rp ribu. Dari pengujian itu, diketahui tingkat akurasi GeNose mencapai ninety seven persen. Alat itu dapat melakukan sekitar 120 kali pemeriksaan per hari, dengan perkiraan penggunaan selama 6 jam dan jeda three menit antar tiap pemeriksaan. Luhut melanjutkan, harga yang dipatok untuk sekali tes dengan GeNose hanya Rp 20 ribu saja. “Pemerintah memberikan apresiasi kepada tim GeNose dari Universitas Gajah Mada yang sudah bekerja keras untuk menciptakan inovasi ini dan membantu pemerintah dalam melakukan upaya 4T ,” ujar Luhut.

Hemodialisis merupakan prosedur yang sangat umum dilakukan pada pasien dengan penyakit ginjal yang sudah stadium lanjut. Prosedur ini akan membantu pasien dengan gagal ginjal untuk menjalani hidup aktif seperti biasanya. Pasien yang menjalani hemodialisis rutin, harus menjalankan jadwal hemodialisis yang teratur sesuai dengan instruksi dokter. Selain itu, mereka juga harus menjalani food regimen khusus pasien hemodialisis dan mengkonsumsi obat-obatan secara teratur. Tarif yang diberlakukan untuk layanan ini sesuai Peraturan Direktur RSUD Tamiang Layang yakni Rp20 ribu per kantong, namun biaya tersebut berubah sesuai dengan perkembangan situasi.

“Tingkat akurasi mesin ini bisa mencapai 97 persen. Untuk pengujiannya, hanya membutuhkan waktu maksimal tiga menit,” jelasnya. , YOGYAKARTA – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertolak ke Yogyakarta untuk melihat pembuatan alat pendeteksi Covid-19 karya Universitas Gadjah Mada GeNose C19 pada Selasa (5/1). Menhub Budi menjelaskan, sesuai arahan Menkomarvest untuk mendorong penggunaan alat GeNose pada transportasi umum, Kemenhub telah berkoordinasi dengan Kemenkes, UGM, dan Satgas Penanganan Covid-19. “Hari ini pak Menko Luhut memberikan dukungan yang luar biasa dengan mencoba langsung.

Kantong GeNose sekali pakai hanya Rp20 ribu, dan terdiri dari kantong berbahan plastik, filter HEPA, pipa adaptor, colokan, dan selang PU 15 meter. Kuwat juga menambahkan bahwa makanan yang dikonsumsi sebelum tes pun bisa memengaruhi. Satu jam atau 30 menit sebelum tes GeNose, lebih baik jangan mengonsumsi makanan beraroma kuat seperti petai, jengkol, durian, kopi, hingga rokok. Ketika hasil tes menyatakan negatif, maka bisa diindikasikan seorang tidak mengidap Covid-19.

Deteksi covid Genose

Bambang menyatakan, skrining GeNose berjalan kurang dari tiga menit untuk satu penumpang. GeNose adalah alat pendeteksi Covid-19 buatan dalam negeri yang diklaim dapat mendeteksi penyakit tersebut hanya dalam waktu 80 detik. Berdasarkan uji klinis tahap 1 yang dilakukan menggunakan 600 sampel, alat ini terbukti memiliki akurasi hingga 97%. tirto.id KONG4D – GeNose, alat pendeteksi COVID-19 saat ini telah memiliki izin edar dan ditergatkan sudah bisa digunakan di stasiun, terminal hingga rumah sakit pada 5 Februari mendatang. Liputan6.com, Jakarta Universitas Gadjah Mada memperkenalkan inovasi alat pendeteksi Covid-19, GeNose, yang merupakan hasil kolaborasi tim ahli lintas bidang ilmu di UGM.

Apabila masih memiliki pertanyaan terkait tes GeNose C19 atau metode pemeriksaan lainnya untuk mendiagnosis COVID-19, Anda bisachatlangsung dengan dokter di aplikasi ALODOKTER. Anda juga bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi tersebut. Sebagai salah satu alat skrining, GeNose C19 yang ditemukan oleh para ahli dari UGM ini diharapkan dapat membantu mendeteksi penderita COVID-19 yang tidak bergejala, sehingga tingkat penyebaran COVID-19 bisa lebih terkontrol. Oleh karena itu, mendiagnosis penyakit COVID-19 sebenarnya tidak cukup mengandalkan tes GeNose C19. Sampai saat ini, hasil tes PCR dan pemeriksaan dari dokterlah yang masih menjadi standar untuk mendiagnosa COVID-19, sementara pemeriksaan lainnya hanya digunakan untuk skrining. GeNose C19 mampu mengidentifikasi virus Corona dengan cara mendeteksi senyawa organik yang mudah menguap atau risky organic compound .

Comments are Disabled