Mengenal Swab Anal, Apakah Efektif Deteksi Virus Corona?

Rapid tes antigen dilakukan dengan metode swab dari hidung atau tenggorokan. Alat akan mengambil sampel antigen atau protein yang dikeluarkan oleh virus corona. Alat akan mendeteksi keberadaan protein tersebut untuk mengetahui ada atau tidaknya virus. Selain diwajibkan untuk berpuasa, bagi calon penumpang kereta api perokok yang akan melakukan tes GeNose juga diimbau untuk tidak merokok satu jam sebelumnya. Alat ini untuk menyasar screening cepat, yang selama ini masih mengandalkan metode fast check. Petugas memeriksa kantong napas milik calon penumpang kereta api saat tes Covid-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

Tes antigen, atau dikenal dengan tes fast antigen, bekerja dengan mendeteksi protein tertentu yang terdapat pada permukaan virus. Tes ini efisien, cepat, dan lebih terjangkau dalam hal harga bila dibandingkan dengan tes PCR. Tes ini terutama ditujukan untuk melakukan diagnosis klinis pada pasien-pasien yang mengalami gejala-gejala Covid-19 pada lima hari pertama sejak gejala tersebut muncul. Namun yang disepakati adalah bukan soal efektivitas penggunaan alat ini untuk mendeteksi Covid-19.

GeNose C19 mampu mengidentifikasi virus Corona dengan cara mendeteksi senyawa organik yang mudah menguap atau risky natural compound . VOC diketahui dapat terbentuk karena adanya infeksi virus Corona dan keluar bersama embusan napas. GeNose yang lebih bersahabat dalam pengambilan sampel diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mau melakukan tracing dan tes. Diketahui, masyarakat sudah mulai dapat melakukan tes TCM hari ini di unit Siloam Hospital seluruh Indonesia. Kisaran biayanya sekitar Rp1,299 juta dan untuk pengetesan lebih dari 10 dikenai Rp999 ribu.

Menanggapi hal tersebut, anggota tim peneliti GeNose Universitas Gajah Mada, Dian Kesumapramudya, menjelaskan bahwa GeNose relatif lebih efektif mendeteksi Covid-19 dibandingkan SpiroNose. Meskipun sama-sama menggunakan hembusan nafas untuk mendeteksi Covid-19 tapi desain dan teknologi yang digunakan berbeda. Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta Menristek Bambang Brodjonegoro untuk aktif melakukan sosialisasi. Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose untuk mendeteksi Covid-19. SpiroNose adalah alat deteksi Covid-19 berdasarkan hembusan nafas, sama seperti GeNose. Terlebih sebelumnya diinformasikan jika Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose untuk mendeteksi Covid-19.

Namun lebih ke soal harga yang mungkin tidak semua kalangan mampu untuk melakukannya dengan harganya mencapai satu juta untuk sekali take a look at. Lainnya adalah proses hasilnya juga terbilang lama, meski dari sisi akurasi sama tingginya, yakni di atas 90 persen. Seperti disebutkan otoritas Cina, swab anal telah terbukti bisa menemukan keberadaan jejak virus corona lewat sampel dari anus atau rektum. WHO pun membolehkan pengambilan sampel feses meski hanya sebagai alternatif. Metode pengujian swab anal dan tes usap nasofaring pun sebetulnya sama, yaitu PCR.

Sebab, perlu adanya uji klinis untuk membandingkan dengan alat-alat uji virus Corona lainnya. Kuwat menjelaskan nantinya biaya tes dengan GeNose C19 cukup murah hanya sekitar Rp15-25 ribu. Hasil tes juga sangat cepat yakni sekitar 2 menit serta tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lainnya. Selain itu, pengambilan sampel tes berupa embusan nafas juga dirasakan lebih nyaman dibanding usap atau swab. “Dengan 100 KONG4D unit batch pertama yang akan dilepas, kami berharap dapat melakukan a hundred and twenty tes per alat atau atau totalnya 12 ribu orang sehari. Angka a hundred and twenty tes per alat itu dari estimasi bahwa setiap tes membutuhkan three menit termasuk pengambilan nafas sehingga satu jam dapat mentes 20 orang dan bila efektif alat bekerja selama 6 jam,”urainya.

Efektivitas deteksi covid dari Genose

Sensor yang berbasis steel oxide harus dipanaskan dengan suhu one hundred derajat celcius. Setelah dipakai kemudian dilap menggunakan tisu disinfektan, tinggal dimasukkan. Hingga akhirnya setelah uji profiling sampai bulan Agustus bagus, sampai distandarisasi. Ada Badan Inteligen Negara memanggil, akhirnya membantu 1 unit dengan memesan 70 unit. Sejak mulai dipresentasikan beberapa bulan lalu, GeNose C19 memang sudah dinanti realisasinya. Begitu izin dari Kementerian Kesehatan diterbitkan, Gubernur Ganjar langsung merespons dan mengatakan bahwa Jateng akan memulai dan membeli alat tersebut.

Penggunaanya sangat mudah, cukup dengan mengembuskan napas kedalam kantong udara yang kemudian kantong tersebut di masukan ke dalam mesin GeNose. Untuk melakukan tes dengan GeNose, dianjurkan untuk tidak makan atau minum 30 menit sebelum tes. Selain di Stasiun Pasar Senen, tes menggunakan GeNose C19 juga diberlakukan di Stasiun Yogyakarta mulai 5 Februari 2021, dan selanjutkan akan diterapkan di bandara sebagai upaya pencegahan COVID-19 di transportasi umum. “Gak alasan untuk harga berbeda. Kalau memang harga di stasiun terjangkau ya di bandara juga harus sama,” tukasnya. Padahal, Zubairi menegaskan, apapun yang berkaitan dengan kesehatan manusia, termasuk alat untuk mengecek COVID-19 seperti GeNose, idealnya harus melewati kajian ilmiah sebelum digunakan secara luas di ruang publik. Uji profiling GeNose, melansir ugm.ac.id , sudah dilakukan dengan menggunakan 600 sampel knowledge valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta.

Dalam mendeteksi dini Covid-19, alat yang biasa digunakan adalah fast test antibodi dan yang terbaru adalah fast check antigen. Namun, bagi calon penumpang kereta api dan bus biaya tes keduanya dinilai sangat mahal. Oleh karena itu, pemerintah pusat akan menggunakan detektor Covid-19 hasil karya anak negeri, GeNose, yang akan dimulai untuk transportasi kereta api dan bus mulai 5 Februari 2021. GeNose C19 merupakan inovasi akselerasi pemulihan ekonomi pasca pandemi dimana masyarakat membutuhkan proses fast tracing, quick monitoring, dan quick isolation therapy untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Dukungan publik yang dilandasi spirit gotong-royongdibutuhkan untuk mewujudkan sinergi antar komponen bangsa dan ketepatan pengambilan keputusan pada posisi Equilibrum Baru dalam tatanan kehidupan sosial-ekonomi di era pandemi.

Hasil pengujian menggunakan fast take a look at antigen relatif lebih cepat, yakni bisa diperoleh dalam waktu sekitar 30 menit. Menanggapi hal itu, anggota tim peneliti GeNose Universitas Gajah Mada, Dian Kesumapramudya menjelaskan GeNose relatif lebih efektif mendeteksi Covid-19 dibandingkan SpiroNose. Walaupun sama-sama menggunakan hembusan nafas untuk mendeteksi Covid-19 tapi desain dan teknologi yang digunakan berbeda. Saat ini, GeNose sudah terdapat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta dan Stasiun Tugu Yogyakarta untuk mendeteksi corona bagi penumpang kereta api. ” sudah mendapatkan izin edar Kemenkes dengan tingkat akurasi di atas ninety persen,” ujar Menristek Bambang. “Tentunya sebagai kementerian yang bertanggung jawab terhadap perkembangan riset dan inovasi di Indonesia.

Comments are Disabled