Streaming Alat Deteksi Covid

Grafit yang merupakan materials anoda pada sistem baterai lithium ion, tidak dapat digunakan pada baterai sodium karena ukuran ion logam sodium yang jauh lebih besar sebagai anoda pada baterai sodium. Material karbon dapat diproduksi dari bahan baku limbah biomassa dengan menggunakan proses yang sederhana seperti proses aktivasi dan pirolisis . PADA jaman “now” seperti sekarang ini, penggunaan baterai sekunder (baterai yang dapat di-charge) hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Jadi sangat tinggi dan sangat praktis dan satu lagi relatif murah mungkin Rpp15.000 per tes kira-kira,” ujarnya. Harapan ini dapat diwujudkan bila distribusi GeNose C19 dapat dilakukan tepat sasaran. “Contohnya, di bandara, stasiun kereta, dan tempat keramaian lainnya termasuk di rumah sakit.

Anggota tim Peneliti GeNose Dian Kesumapramudya Nurputra menuturkan, dari uji klinis tahap I didapatkan bahwa akurasi alat ini bisa mencapai 96 persen. Deteksi virus menggunakan GeNose tidak membutuhkan laboratorium khusus, biaya alatnya pun cukup terjangkau yakni Rp40 juta untuk a hundred ribu pemeriksaan. Berbeda dengan RT-PCR yang membutuhkan laboratorium dan mesin khusus yang harganya di atas Rp1 miliar.

Karena kecepatan kerjanya, diharapkan setiap aktivitas di tempat umum tidak terganggu. Dengan ini, penanganan terhadap pasien covid akan lebih cepat dan dapat ditangani sebelum parah. Penyebaran rantai covid juga dapat lebih mudah dikendalikan karena positif atau tidaknya seseorang bisa diketahui dengan cepat. Uji coba ini dilakukan saat Moledoko menerima satu unit alat GeNose KONG4D C19 dari Menteri Riset dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P. S. Brodjonegoro. Melalui alat ini, Moeldoko berharap inovasi tersebut akan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan penyebaran Covid-19. Menurut Paripurna, hal ini juga memperlihatkan berjalannya kemitraan dan kerja sama strategis antara universitas, pemerintah, industri dan masyarakat.

Alat deteksi Covid murah

Alat deteksi Covid-19 bernama GeNose yang dikembangkan tim peneliti Universitas Gadjah Mada segera memasuki tahap uji diagnostik. Setelah mengantongi izin edar dari pemerintah, pihaknya langsung mengebut memproduksi GeNose C19. Apabila masih memiliki pertanyaan terkait tes GeNose C19 atau metode pemeriksaan lainnya untuk mendiagnosis COVID-19, Anda bisachatlangsung dengan dokter di aplikasi ALODOKTER. Anda juga bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi tersebut.

Mereka berharap agar jumlah GeNose C19 yang masih terbatas ini dapat memberikan dampak maksimal. GeNose merupakan alat pendeteksi virus corona berbasis teknologi kecerdasan buatan. Alat ini disebut bisa mendeteksi COVID-19 melalui hembusan napas orang yang terinfeksi.

Dengan one hundred unit batch pertama yang akan dilepas, Kuwat berharap dapat melakukan 120 tes per alat atau totalnya 12 ribu orang sehari. Angka 120 tes per alat itu dari estimasi bahwa setiap tes membutuhkan three menit termasuk pengambilan napas. Universitas Gadjah Mada berhasil menciptakan alat untuk mendeteksi virus corona dari embusan nafas bernama GeNose. Satu alat ini mampu melakukan one hundred twenty tes per hari, dengan durasi setiap tes hanya selama tiga menit. Menurut Kuwat setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan.

Comments are Disabled