Tiga Hari Jembatan Suramadu Disekat, 53 Orang Positif Covid

Berikut syarat keluar kota pakai kendaraan umum dan pribadi mulai 18 Mei 2021. Agar aman dan tak perlu repot mengantre di stasiun yang rawan kerumunan, Anda sejatinya bisa memanfaatkan platform memudahkan, seperti Traveloka. Di sana, Game Slot Online Anda bisa memesan tiket kereta api ke berbagai destinasi favorit dengan penawaran terbaik dan aneka promo. Penumpang kereta api tidak diperkenankan berbicara satu arah maupun dua arah dengan penumpang lainnya atau melalui telepon.

Pelaku perjalanan juga bisa memperlihatkan surat keterangan hasil negatif tes Genose C19. Menyadari tingginya animo masyarakat yang ingin mudik, pemerintah pada 21 April 2021 menerbitkan Adendum Surat Edaran Satgas Nomor 13 Tahun 2021. Aturan tambahan tersebut mengatur pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri selama H-14 (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 (18 Mei-24 Mei 2021) dari peniadaan mudik (6-17 Mei 2021). Bahkan, pada 24 April 2021 pemerintah memperpanjang masa berlaku pengetatan tersebut hingga 31 Mei 2021 . Dikatakan Muzofar, setiap penumpang dan awak bus wajib melakukan tes GeNose C19 apabila tidak memiliki surat keterangan bebas COVID-19 dari hasil tes speedy antigen atau tes swab.

Serta soal peniadaan mudik untuk sementara bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi darat, kereta api, laut, dan udara lintas kota/kabupaten/provinsi/negara, berlaku dari 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Wiku memaparkan, selama pemberlakuan PPKM Mikro ini, pemerintah tetap memberlakukan pengetatan perjalanan dalam negeri dengan mempersyaratkan bukti hasil tes Covid-19 baik PCR, swab antigen, maupun GeNose. Untuk Pulau Bali, ketentuannya masih sama yakni perjalanan udara membutuhkan hasil tes PCR maksimal 2 kali 24 jam sebelum keberangkatan, atau swab antigen maksimal 1 kali 24 jam sebelum keberangkatan. Sementara, bagi pelaku perjalanan udara menggunakan pesawat terbang wajib memiliki hasil tes RT PCR 3×24 jam sebelum keberangkatan atau tes antigen 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Tes genose untuk keluar kota

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bahwa hingga pukul 17.09 WIB sebanyak 70 pengedara yang dinyatakan positif COVID-19 itu diketahui dalam tes swab. Keputusan itu terkait perpanjangan pembatasan mobilitas masyarakat yang sebelumnya berakhir 28 mei menjadi 31 mei 2021. Pun sebaliknya, petugas gabungan berhasil mencegat setidaknya lebih dari 100 penumpang gelap yang tidak memiliki surat bebas covid-19 saat tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sejak 22 april lalu. Melalui skrining yang ketat dengan sistem tes GeNose juga berhasil terjaring sejumlah penumpang tak memenuhi syarat berangkat agar tidak keluar dari Kalsel. BANJARMASIN, KOMPAS.TV – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, KSOP Kelas I Banjarmasin, Rivolindo, mengapresiasi kinerja petugas gabungan dalam pengetatan pintu masuk jalur laut di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. “Tujuannya supaya warga tidak merasa kebingungan dan tidak melakukan mobilitas yang dikhawatirkan justru berisiko menularkan ke orang lain,” kata Haryadi.

“Kendalanya di sini kami belum siapkan perangkat tes antigen atau GeNose untuk keluar kota,” kata Hernanto di Lebak Bulus, Senin 26 April 2021. “Jadi, untuk perjalanan darat sifatnya diimbau melakukan tes Covid-19 secara mandiri,” tandas Syafrin. Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, mengungkapkan hanya pelaku perjalanan mendesak untuk tujuan non-mudik yang diperkenankan naik kereta.

Dengan peniadaan mudik serta pengetatan sebelum dan setelahnya diharapkan terjadi penurunan mobilitas penduduk sehingga mengurangi potensi penularan Covid-19. Bagi warga yang ternyata diketahui hasil tesnya positif, maka langsung akan dilakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah setempat, hal ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Sumenep dan Madura umumnya. Dia juga menguraikan, bagi warga yang ternyata diketahui hasil tesnya positif, langsung akan dilakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah setempat. Tidak hanya itu saja, Pemkab Sumenep juga menyiapkan tes covid-19 genose free of charge bagi masyarakat yang akan keluar masuk Kabupaten Sumenep. Ia menjelaskan, dalam penyekatan tersebut, pengendara diminta untuk mengikuti tes GeNose di pos perbatasan, sebagai syarat bagi yang akan melakukan perjalanan keluar daerah. Bagi warga yang ternyata diketahui hasil tesnya positif, langsung akan dilakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah setempat.

Ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Sumenep dan Madura umumnya. Namun demikian, pengetatan aturan perjalanan sebelum dan sesudah tanggal tersebut tetap berlaku. Kementerian/lembaga (K/L), pemerintah provinsi/kabupaten/kota yang akan memberlakukan kriteria dan persyaratan khusus terkait pelaku perjalanan di daerahnya, dapat menindaklanjuti dengan mengeluarkan instrumen hukum yang selaras dan tidak bertentangan dengan SE ini.

Comments are Disabled