Ugm Serahkan Alat Deteksi Covid

Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek. Karena mudah menular, virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri .

Sebelum masuk ke Studio Siaran di Laboratorium Pemrograman Departemen Teknik Informatika, panitia yang bertugas diharuskan duduk sebentar untuk menggunakan rangkaian alat tes sederhana dari i-nose c-19. Panitia ILITS yang sedang bertugas di Laboratorium Pemrograman Departemen Teknik Informatika ITS menjadi pioneer untuk uji coba i-nose c-19. Hal ini untuk memastikan semua panitia yang sedang bertugas secara luring dalam keadaan sehat dan bebas dari virus corona yang sedang mewabah saat ini. Menurutnya, Abbot Laboratories bekerja sama dengan FDA untuk mengirimkan alat tes portabel tersebut ke pusat-pusat penyebaran virus.

Alat ini bisa mendeteksi adanya interaksi antara virus dengan antibodi. Setelah validasi, baru akan diujicoba dengan sampel ODP atau PDP Covid-19. Dikutip dari pemberitaan Harian Kompas, hasil pemeriksaan alat ini menggunakan sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang diklaim bisa selesai dalam waktu sekitar eighty Slot Online Terbaik detik. Setelah mengantongi izin edar, tim pengembang akan menyerahkan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan.

Meski demikian, tentu temuan tim ahli lintas bidang ilmu di UGM ini perlu diapresiasi. Kita patut menantikan apakah GeNose ini bisa diproduksi secara massal dan membantu deteksi dan pelacakan virus corona lebih cepat dan akurat. GeNose mendeteksi virus melalui embusan napas yang di simpan di dalam kantung udara. Kemudian kantung udara tersebut dihubungkan ke alat GeNose yang sudah didukung Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan . GeNose menjadi harapan dalam pelaksanaan tracing dan monitoring Covid-19 di Indonesia, di samping penggunaan speedy take a look at dan PCR.

Alat baru untuk deteksi covid

Pada tahap awal ini jumlah penumpang pesawat yang menggunakan tes GeNose C19 bisa mencapai sekitar 10% hingga 15% dari complete penumpang pesawat yang berangkat. Alat tes PCR AriaDNA dapat menjadi alternatif yang efektif, karena menggunakan lebih sedikit reagen untuk mencapai hasil yang cepat dan akurat. Kekurangan rantai pasokan reagen dan alat uji selama pandemi telah memperlambat perluasan pengujian klinis Covid-19 yang cepat. Para peneliti menyatakan tes dapat diterapkan di lokasi terpencil, klinik dan bandara karena kemudahan penggunaan dan portabilitasnya. GeNose ini sudah melakukan uji edar dan mulai diproduksi untuk penggunaan masal.

Comments are Disabled